-->

Type something and hit enter

By On


Perkembangan zaman yang sangat pesat memudahkan kita dalam memperoleh sesuatu yang sebelumnya mungkin sulit atau bahkan bisa dibilang mustahil. Internet memiliki peran yang sangat penting di banyak hal. Internet mampu menghubungkan jutaan orang di seluruh dunia, mengubah cara berpikir manusia, menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan informasi tak terbatas kepada siapapun yang mengaksesnya.


Di era digital seperti sekarang ini, segala kebutuhan sehari-hari yang kita perlukan baik itu makanan, barang-barang rumah tangga, pakaian, pulsa, semuanya bisa kita penuhi dengan mudah tanpa perlu keluar rumah. Cukup nyalakan smartphone, buka aplikasi marketplace kesukaanmu, maka semua yang kamu butuhkan bisa dengan mudahnya kamu peroleh meski sambil rebahan di kamar.


Kita semua tahu bahwa saat ini ada berbagai macam aplikasi jual beli yang menawarkan beragam kemudahan bagi penggunanya. Sebagai contoh buat kamu yang suka dengan otomotif, ada aplikasi jual beli khusus kendaraan dan sparepart. Kamu bisa mencari apapun yang kamu perlukan menyangkut berbagai hal yang berkaitan dengan kendaraan, sehingga bisa dipastikan barang yang kamu cari tertarget sesuai dengan peminatnya.


Sekilas Tentang Traveloka

Khusus buat kamu yang gemar berpergian keluar kota atau berkeliling dari satu tempat ke tempat lain, kamu bisa memanfaatkan aplikasi Traveloka. Aplikasi karya anak bangsa ini menyediakan layanan booking tiket pesawat dan hotel secara online yang lengkap, mudah digunakan, dan menjangkau seluruh tanah air.


Traveloka didirikan pada tahun 2012 oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma dan Albert Zhang. Meski belum genap berusia satu dekade, namun aplikasi yang kini sudah berekspansi ke sejumlah negara di Asia Tenggara ini telah berhasil menyabet status Unicorn pada tahun 2017 silam.


Di awal-awal perkembangannya, Traveloka berfokus pada bidang perjalanan dan pemesanan hotel. Namun, saat ini Traveloka semakin melebarkan sayapnya dengan memberikan berbagai layanan produk seperti pembelian tiket pesawat, kereta api, bis, pemesanan hotel, kuliner, sewa mobil dan masih banyak lagi yang lain.


Pengalaman Menggunakan Traveloka

Ada sedikit cerita dimana Traveloka bisa sangat membantu di setiap perjalananku. Sebelumnya perkenalkan, namaku Yusron Kristanto. Sejujurnya aku bukanlah orang yang sering berpergian ke luar daerah. Pekerjaanku ialah seorang tenaga IT di salah satu instansi pemerintahan di kotaku. Tentu bisa kamu bayangkan keseharianku hanya duduk-duduk di depan komputer mengerjakan tugas yang diberikan oleh atasan.


Sejak aku masih kecil hingga selesai mengenyam pendidikan Sekolah Menengah Atas, aku sama sekali tidak pernah berpergian ke luar kota. Mungkin sesekali diajak orang tua pergi ke kota sebelah yang jaraknya hanya 45 menit dari tempat tinggalku dan itu tidak selalu setiap pekan ataupun bulan.


Barulah aku tahu betapa ramai dan meriahnya tinggal di kota besar setelah aku masuk di bangku kuliah. Kala itu aku menempuh pendidikan D3 jurusan Teknik Informatika di salah satu politeknik di Surabaya. Selesai merampungkan pendidikanku disana, aku kembali lagi ke kampung halaman hingga sekarang.




Ceritaku dengan Traveloka bermula pada saat istriku yang sama-sama bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara dipindahtugaskan dari yang sebelumnya di Nusa Tenggara Timur, kini ditempatkan di Ibu Kota Jakarta. Sebelumnya memang ia mengajukan untuk dimutasi ke kota asal karena alasan tertentu. Namun dengan berbagai pertimbangan, akhirnya ia dipindah ke kantor pusat di Jakarta. Disatu sisi kami merasa bahagia karena jarak tempuh jika ingin pulang kampung jauh lebih dekat, disisi lain ada perasaan kecewa karena belum bisa tinggal bersama.


Awal bulan Januari 2021 istriku resmi pindah ke tempat baru setelah hampir 3 tahun tinggal di luar pulau. Waktu itu aku ikut mengurus kepindahannya karena barang bawaannya banyak dan juga ia perlu didampingi di Jakarta untuk mengurus segala sesuatu nya sampai semuanya dirasa nyaman dan lengkap.


FYI, kami berdua berangkat ke Jakarta menggunakan transportasi bis tujuan Surabaya, dilanjutkan ke Jakarta menggunakan transportasi udara dan itu pertama kalinya aku berpergian jauh naik pesawat terbang.



Soal dimana kami membeli tiket pesawat, sudah pasti di Traveloka. Istriku sudah cukup lama memakai aplikasi Traveloka untuk booking tiket pesawat terbang, antar jemput bandara, booking hotel dan juga tiket kereta api, mengingat pada waktu ia masih di Nusa Tenggara Timur, sekali berangkat ia diharuskan dua kali naik pesawat terbang dan menginap satu malam di hotel dan cukup menggunakan aplikasi Traveloka saja semua kebutuhannya sudah bisa terpenuhi.


Cerita perjalananku dengan Traveloka berlanjut di awal bulan Februari 2021, tepat satu bulan setelah perjalanan pertamaku ke Ibu Kota Jakarta. Setelah mengantarkan istriku ke tempat kerja nya yang baru, aku belum bisa memutuskan apakah aku akan sering menjenguknya atau tidak. Beberapa hal yang membuatku harus merencanakan perjalananku menjenguknya ke Jakarta yakni pada saat itu kasus harian COVID-19 sedang tinggi-tingginya, dan juga peraturan di kantor tempatku bekerja sedang lumayan ketat apabila ingin berpergian ke luar kota. Aku sendiri mempunyai jatah cuti tahunan terbatas sehingga apabila ingin digunakan harus di saat yang benar-benar tepat.


Sedikit cerita, aku sudah menjalani kurang lebih 2 tahun hidup bersamanya sebagai pasangan yang sah. Memang, selama ini kami menjalani hubungan ini secara LDR (Long Distance Relationship). Pernah dalam satu tahun kami hanya bertemu sekitar empat kali dan dalam waktu singkat, itupun juga di tahun pertama kami menjalin hubungan sebagai suami istri.


Sebulan setelah istriku pindah tempat kerja, tiba-tiba datang kabar gembira di awal bulan Februari 2021. Istriku positif hamil anak kami yang pertama. Perasaan bahagia, terharu, gelisah dan khawatir bercampur jadi satu. Bahagia karena pada akhirnya setelah sekian lama menanti, kami diberi amanah untuk menjaga dan membesarkan buah hati kami. Sementara itu perasaan cemas aku rasakan karena posisi dia yang berada di luar kota sendirian perlu pendampingan dan pengawasan karena fase-fase awal tersebut masih sangat rentan, terlebih ini anak pertama yang kami harapkan sedari dulu.



Mengetahui akan hal itu, akhirnya aku putuskan untuk sesering mungkin melakukan perjalanan ke Jakarta. Sebulan sekali aku pergi kesana untuk menengoknya, mengantarnya periksa rutin, menemaninya kemanapun ia pergi, meski waktuku tinggal di sana paling lama hanya satu minggu.


Dari sini aku mulai mengerti bahwa dengan aplikasi Traveloka, melakukan perjalanan ke luar kota bisa se-simple itu. Prosesnya mudah dan cepat. Tinggal pilih transportasi apa yang kamu inginkan, tentukan jenis maskapai atau jenis kereta favoritmu sesuai jam keberangkatan, lalu bayar sesuai nominal yang tertera. Setelah itu tiket perjalananmu akan dikirimkan melalui email.


Dari bulan Februari sampai bulan Agustus 2021, sebulan sekali aku rutin melakukan perjalanan ke Ibu Kota menjenguk istri yang sedang mengandung menggunakan transportasi kereta api dengan bantuan Traveloka. Dibanding transportasi udara, bagiku menggunakan kereta api sangatlah aman dan nyaman. Ketika melakukan pembelian tiket kereta api di Traveloka, informasi yang ditampilkan juga sangat lengkap mulai dari jenis kereta api, jadwal keberangkatan, hingga kursi mana saja yang kosong juga tersedia di aplikasi tersebut.



Mungkin itu pengalamanku paling berkesan sepanjang tahun 2021 menggunakan aplikasi Traveloka. Kini, buah hati kami telah berumur 3 bulan. Sejak kepulangannya ke kampung halaman dari bulan Agustus 2021 sampai bulan Desember 2021 dalam rangka cuti melahirkan, hingga sekarang aku belum menjenguknya lagi di Jakarta. Rencananya dalam waktu dekat ini aku akan melakukan perjalanan kesana, tentunya dengan menggunakan Traveloka.






Sekilas Tentang Traveloka PayLater

Sudah tahu dengan yang namanya Traveloka PayLater? PayLater jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia mungkin maksudnya bayar nanti. Jadi, Traveloka PayLater merupakan sebuah fasilitas pembayaran yang memungkinkan kamu melakukan pembayaran tagihan Traveloka dalam jangka waktu 1 sampai 12 bulan. Bagi kamu yang memiliki jadwal perjalanan super padat tetapi ongkos perjalananmu terbatas, fitur yang ada di Traveloka ini bisa sangat membantu kamu.


Untuk bisa menggunakan Traveloka PayLater, syarat pengajuannya kamu harus sudah berusia 21 tahun dan memiliki KTP. Apabila permohonanmu disetujui, kamu akan mendapatkan limit hingga lima puluh juta rupiah yang bisa kamu gunakan untuk membayar seluruh produk Traveloka seperti tiket, top-up paket data, voucher game, credit card, uang elektronik dan masih banyak lagi yang lain.


Traveloka PayLater bisa dipakai untuk melakukan pembayaran meliputi :

  1. Tiket pesawat
  2. Tiket kereta api
  3. Tiket bis
  4. Booking hotel
  5. Rental mobil
  6. Makanan
  7. BPJS
  8. Listrik / PLN
  9. Internet / Telkom
  10. Air / PDAM
  11. Asuransi
  12. TV kabel
  13. Dan lain-lain

Salah satu manfaatkan menggunakan Traveloka PayLater yaitu pengguna bisa membeli produk Traveloka tanpa perlu membayar saat itu juga. Simple nya, pengguna bisa membeli produk Traveloka apa saja tanpa menggunakan kartu kredit.


Selain tiket pesawat, Traveloka PayLater juga memungkinkan pengguna untuk membayar reservasi hotel tanpa menggunakan kartu kredit. Tiket kereta api dan tiket bis pun juga bisa dibayar menggunakan sistem pembayaran cashless ini.


Traveloka PayLater membantu pengguna dengan budget terbatas. Dibandingkan sistem pembayaran lain, Traveloka PayLater menyediakan skema cicilan dengan jangka waktu 1 sampai 12 bulan. Biaya cicilan bulanan PayLater terbilang kecil. Syarat dan ketentuan untuk melakukan registrasi sangat mudah.


Proses verifikasi pengajuan memakan waktu maksimal 1 (satu) jam. Selama proses verifikasi, pihak Traveloka PayLater akan memverifikasi seluruh detail yang kamu kirimkan. Setelah proses verifikasi selesai, pihak PayLater akan mengirimkan notifikasi ke email pribadimu.


Pengalaman Menggunakan Traveloka PayLater

Kisah ini datang dari istriku yang merupakan pelanggan setia Traveloka. Sebut saja Putri. Tahun 2018 merupakan awal perjalanan karirnya menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil di sebuah kementerian negara. Berbeda denganku yang menjadi ASN tingkat Kabupaten, dengan lapang dada Putri harus rela ditempatkan di mana saja sesuai arahan dari pusat.


Suati hari setelah selesai menjalani pendidikan di Jakarta, ia diberi tugas untuk melaksanakan pengabdiannya di Kabupaten Lewoleba, Lembata, Nusa Tenggara Timur, sebuah kabupaten yang ia sendiri tidak pernah tahu dan dengar sebelumnya. Meski ia tahu perjalanan kesana masih bisa ditempuh menggunakan moda transportasi pesawat, namun perjalanannya memakan waktu dua hari satu malam mengikuti jadwal keberangkatan pesawat.


Sedikit informasi bahwa sebetulnya ada kemiripan antara aku dengan istriku, yakni jangankan menyeberangi pulau sebelah, berpergian jauh ke luar kota pun kami sangat jarang melakukannya. Hanya kota-kota tertentu saja yang pernah kami sambangi, saking karena kami tidak memiliki saudara jauh atau kami belum pernah merencanakan liburan jauh sama sekali.


Setahun telah berlalu. Tahun pertama ia lalui dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. Kala itu ia belajar untuk menjadi pribadi yang mandiri, belajar beradaptasi di perantauan yang dari segi lingkungan dan iklim sangat berbeda dari tempat asalnya. Sepanjang tahun 2018 dan tahun 2019 jika ada kesempatan pulang kampung tidak pernah ia menyia-nyiakannya.



Kami berdua memiliki rencana untuk melangsungkan pertunangan di pertengahan tahun 2019, kemudian dilanjut prosesi akad nikah pada akhir tahun nya. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tidak terasa setelah melangsungkan pertunangan tiba-tiba tanggal prosesi akad nikah sudah semakin dekat. Persiapan sudah mulai dilakukan seperti memesan undangan pernikahan, souvenir, mencari perias pengantin, catering dan lain-lain.


Sesuai rencana awal, Putri menginginkan untuk mengambil cuti melangsungkan pernikahan pada akhir bulan November hingga tahun baru 2020. Pada saat itu penerbangan dari pulau Lembata menuju kota Kupang masih belum stabil. Kabar baiknya, kebetulan hari dimana ia merencanakan akan pulang ada jadwal penerbangan langsung dari Lewoleba ke kota Kupang dan dilanjutkan ke kota Surabaya tanpa perlu menginap. Untuk menghemat uang karena waktu itu masih awal bulan November dan juga untuk berjaga-jaga apabila nanti ada kebutuhan mendadak, Putri memutuskan untuk membayar tagihan booking tiket pesawat nya mengunakan Traveloka PayLater. Jujur guna banget pakai PayLater.


Tepat di hari H kepulangannya ke tanah Jawa, sekitar 6 jam sebelum jadwal keberangkatan, ia memperoleh kabar bahwa pesawat yang akan dinaikinya dari Lembata ke kota Kupang tidak jadi berangkat karena suatu alasan. Pihak maskapai berjanji akan mengembalikan biaya pembelian tiket sepenuhnya kepada para calon penumpang. Namun yang menjadi masalah, jika ia batal terbang ke kota Kupang maka secara otomatis tiket perjalanannya ke kota Surabaya yang sudah ia beli akan sia-sia.



Cerita berlanjut ketika rasa putus asa itu tengah berkecamuk di pikiran. Tak disangka-sangka ada pertolongan yang datang dari salah satu atasan yang pada saat itu juga menjadi korban pembatalan penerbangan dari maskapai yang sama. Beberapa saat Putri melakukan pengecheckan ulang jadwal pesawat di aplikasi Traveloka dan beruntungnya keesokan hari nya ada jadwal penerbangan dari Maumere menuju kota Kupang. Meski sebetulnya ada opsi lain yang mungkin lebih ringan dari sisi biaya, namun cukup beresiko karena jadwalnya sangat mepet sehingga Putri dan atasannya tidak mengambilnya. Akhir kata, mereka memutuskan untuk berangkat menuju Maumere yang jarak tempuhnya kurang lebih 6 jam perjalanan dengan menaiki kapal dan menyewa mobil.


Sebetulnya saya cukup sedih menulis cerita ini. Kala itu situasi sedang tidak begitu baik. Kami berdua cukup lelah mengurusi persiapan menjelang acara pernikahan. Akan tetapi sepertinya Putri lah yang merasakan kelelahan luar biasa karena lagi-lagi perjalanannya terhambat akibat pesawat yang akan ditumpanginya mengalami delay, sedangkan seharusnya saat itu ia sudah standby di kota Kupang untuk melanjutkan perjalanannya ke kota Surabaya.


Karena jadwal pesawat di Maumere mengalami delay lagi yang cukup lama hingga membuat perjalanan berikutnya menjadi hangus untuk yang kedua kalinya, mau tidak mau Putri pasrah menerima hal itu dan bersiap untuk bermalam di kota Kupang sembari mencari jadwal penerbangan lagi menuju Surabaya di keesokan harinya. Sambil menahan tangis yang sudah tidak terbendung, malam itu ia menghubungi keluarganya yang ada di rumah untuk menyampaikan kabar bahwa perjalanannya sedikit terhambat sehingga ia butuh beberapa waktu lagi untuk bisa sampai ke rumah. Dengan bijak ibu nya memberikan nasihat untuk bisa lebih sabar dan mengikhlaskan atas apa yang sudah dialaminya.


Beruntungnya semua biaya-biaya pesawat yang sia-sia itu tadi masih bisa ditanggung oleh Traveloka PayLater. Memang secara finansial Putri merugi. Tapi apa boleh buat. Setidaknya dengan Traveloka PayLater masih ada harapan untuk bisa pulang ke kampung halaman, mengingat ongkos yang disiapkan sudah sangat menipis. Jujur guna banget pakai PayLater.



Itulah sepenggal cerita yang bisa kami bagikan terkait aplikasi booking tiket Traveloka dan layanan pembayaran online Traveloka PayLater. Terima kasih sudah bersedia untuk membaca kisah ini sampai selesai. Mohon maaf apabila ada salah kata dalam penulisan.


Artikel ini diikut sertakan dalam lomba Traveloka PayLater Blog Competition yang diadakan oleh Traveloka.


Jujur Guna Banget Pakai PayLater